Minggu, 17 Maret 2013

BANKING NEEDS NO FROWN


Judul diatas seakan menegaskan bahwa yang namanya banking atau transaksi bank tidaklah serumit yang diperkirakan orang. Harus diakui bahwa saat ini masih banyak diantara kita yang malas pergi ke bank. Kok tahu? Buktinya banyak orang yang mau bersusah payah bawa uang tunai untuk suatu transaksi dengan resiko dirampok, kecopetan atau dapat uang palsu.
Bukan bermaksud menggurui atau pamer, dalam blog yang tidak terlalu baik ini saya coba untuk  berbagi pengalaman dan pengetahuan mengenai perbankan dengan bahasa sesederhana mungkin. Buat apa sih? Supaya tidak ada lagi yang alergi untuk pergi ke bank.
Langsung saja, ya...
Bank berasal dari kata "banca" (yang merupakan bahasa Italy, gak percaya? lihat saja Serie A, disitu ada beberapa sponsor bank-bank Italia yang hampir semuanaya mengandung kata banca) yang berarti kursi panjang. Konon, praktek perbankan sudah ada di jaman Romawi dimana untuk bertransaksi (entah itu menitipkan/mengambil emas atau harta benda lainnya) orang harus menunggu di bangku panjang itu sehingga sampai sekarang tempat dimana transaksi itu terjadi dinamakan bank.  . 
Secara prinsip kegiatan bank itu ada dua yaitu menghimpun dan menyalurkan dana. Kegiatan menghimpun dana biasanya ada dalam produk tabungan, deposito, dan rekening koran/giro. Sedangkan kegiatan menyalurkan dana ada dalam produk kredit, baik itu kredit konsumsi, modal kerja atau investasi. Perkembangan terakhir kegiatan perbankan tidak hanya terbatas pada dua hal diatas saja. Kegiatan perbankan sudah meluas meliputi transaksi pembayaran, lalu lintas uang, jual beli mata uang asing, ekspor impor dan banyak lagi.
Nah, cukup sekian dulu, ya. Di tulisan berikut kita akan coba bedah satu persatu produk berikut kegiatan perbankan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar